Fans Kurang Sabar Lihat Taktik Van Gaal
Agen Bola Ter-Updates : Laga Manchester United kontra Queens Park Ranger pada akhir pekan
lalu menjadi sorotan mantan pemain Setan Merah, Gary Neville.
Menurutnya, formasi di babak pertama yang digunakan oleh pelatih Louis
van Gaal juga ada kelebihannya.
Dalam laga yang diadakan di Loftus Road Stadium, United menggunakan formasi 3-5-2, hingga berakhirnya babak pertama Setan Merah juga belum bisa menjebol gawang lawan. Hal ini membuat para fans berteriak “serang, serang, serang dan 4-4-2.4-4-2, 4-4-2.” Mantan pelatih Timnas Belanda itu langsung mengubah serangan di babak kedua dan membuahkan dua gol.
“Hal yang dilakukan fans lebih kepada ketidaksabaran dibanding tidak bahagia. Mereka belum pernah menemui risiko dalam formasi 3-5-2 di 57 menit awal saat melawan QPR yang belum menorehkan gol, dengan hanya lima tembakan, empat on target dan 68 persen penguasaan bola. Dan saat mereka memasang empat bek, sedikit penguasaan tapi lebih banyak gol, lebih banyak tembakan dan secara umum lebih baik di babak kedua,” kata LVG seperti dilansir Goal, Selasa (20/1/2015).
Mantan pemain yang sekarang menjadi pundit di televisi itu juga menilai jika para pemain Setan Merah lebih bermain taktis saat formasi 4-4-2 diterapkan. Mereka terlihat bermain konstan saat menggunakan formasi yang seimbang itu.
“Hal ini berbeda dengan sistem tapi lebih kepada mental. Saya bukan fans dari 3-5-2, tapi saat Anda memainkan formasi itu, Anda akan berakhir di bek, menjadi pemain bebas dan sangat hati-hati, hal ini sangat mengasah mental Anda. Mereka memainkan bola dari belakang tapi temponya terlalu pelan. Mereka terlalu sering mengoper bola. Tiga bek belakang itu terlalu jauh mengoper bola,”terangnya.
“Dalam babak pertama pada akhir pekan lalu, bek United 114 kali mengoper bola. Kalian bisa liha tim lain yang berlaga pada hari itu, Southampton (57), Chelsea (37), Arsenal (26) dan hal itu perbedaan yang sangat mencolok. Saat mereka menempatkan empat bek dalam babak kedua ada 54 operan. Itu perbedaan besar. Mereka memulai dengan passing diagonal, membuat QPR bekerja keras dan melakukan hal di luar dugaan,”sambungnya.
Dalam laga yang diadakan di Loftus Road Stadium, United menggunakan formasi 3-5-2, hingga berakhirnya babak pertama Setan Merah juga belum bisa menjebol gawang lawan. Hal ini membuat para fans berteriak “serang, serang, serang dan 4-4-2.4-4-2, 4-4-2.” Mantan pelatih Timnas Belanda itu langsung mengubah serangan di babak kedua dan membuahkan dua gol.
“Hal yang dilakukan fans lebih kepada ketidaksabaran dibanding tidak bahagia. Mereka belum pernah menemui risiko dalam formasi 3-5-2 di 57 menit awal saat melawan QPR yang belum menorehkan gol, dengan hanya lima tembakan, empat on target dan 68 persen penguasaan bola. Dan saat mereka memasang empat bek, sedikit penguasaan tapi lebih banyak gol, lebih banyak tembakan dan secara umum lebih baik di babak kedua,” kata LVG seperti dilansir Goal, Selasa (20/1/2015).
Mantan pemain yang sekarang menjadi pundit di televisi itu juga menilai jika para pemain Setan Merah lebih bermain taktis saat formasi 4-4-2 diterapkan. Mereka terlihat bermain konstan saat menggunakan formasi yang seimbang itu.
“Hal ini berbeda dengan sistem tapi lebih kepada mental. Saya bukan fans dari 3-5-2, tapi saat Anda memainkan formasi itu, Anda akan berakhir di bek, menjadi pemain bebas dan sangat hati-hati, hal ini sangat mengasah mental Anda. Mereka memainkan bola dari belakang tapi temponya terlalu pelan. Mereka terlalu sering mengoper bola. Tiga bek belakang itu terlalu jauh mengoper bola,”terangnya.
“Dalam babak pertama pada akhir pekan lalu, bek United 114 kali mengoper bola. Kalian bisa liha tim lain yang berlaga pada hari itu, Southampton (57), Chelsea (37), Arsenal (26) dan hal itu perbedaan yang sangat mencolok. Saat mereka menempatkan empat bek dalam babak kedua ada 54 operan. Itu perbedaan besar. Mereka memulai dengan passing diagonal, membuat QPR bekerja keras dan melakukan hal di luar dugaan,”sambungnya.

No comments:
Post a Comment