Sepakbola Italia Kehilangan Akarnya
Agen Bola Ter-Update : Empat tahun lamanya Alberto Zaccheroni meninggalkan negara
kelahirannya, Italia, untuk merantau bersama tim nasional Jepang. Tapi
selepas mundur usai Piala Dunia 2014 dan mulai menengok Serie A lagi,
Zaccheroni mengaku terkejut.
Melihat permasalahannya, Zaccheroni menyimpulkan bahwa globalisasi Serie A turut andil, terutama ketika para investor asing mulai masuk dan menggantikan para petinggi “tradisional” macam Massimo Moratti dan Silvio Berlusconi.
“Masalahnya sepertinya sederhana – kami kekurangan sumber daya sepreti sebelumnya, tapi kami masih mengadopsi metode yang sama. Para keluarga hebat yang berinvestasi tak ada lagi – seperti Agnelli, Berlusconi, Moratti, Sensi, Cragnotti, Tanzi,” ujar Zaccheroni.
“Mereka yang melakukan bisnis, seperti para pengusaha Amerika (Serikat), datang dengan model (bisnis) mereka sendiri. Para investor Arab malah sebaliknya, mereka membeli sebuah bisnis ketika model yang ada sudah siap dijalankan,” tambahnya, seperti dikutip Football-Italia, Rabu (10/12/2014).
Belum lagi soal mind-set pelatih di tim-tim akademi atau tim-tim kecil. Mereka hanya fokus pada kemenangan, bukan proses pengembangan pemain. Alhasil, para pemain yang dihasilkan tak tahu bagaimana caranya bertahan dan menyerang – hanya sekadar bagaimana mereka memainkan posisi masing-masing.
“Para pelatih seperti di tim muda atau klub kecil, hanya memikirkan hasil, jadi mereka mengabaikan proses dasar yang disebut pengembangan pemain muda. Para pemain pun jadinya hanya tahu bagaimana mereka mengintepretasikan peran mereka di formasi yang dipilih pelatih,” tambah Zaccheroni lagi.
“Di Serie A dan Serie B, lebih banyak pemain tak tahu bagaimana caranya bertahan atau menyerang. Jika dasar sepakbola kami hilang, kita bisa melupakan lahirnya para pemain lain seperti (Paolo) Maldini dan (Fabio) Cannavaro,” tuntasnya.

No comments:
Post a Comment